Awal Mula Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan

Sejarah awal mula terbentuk Gunung Penanggungan adalah dahulu kala disaat Pulau Jawa berada dalam keadaan tidak stabil, bergoyang-goyang dan selalu berpindah-pindah mengikuti arus lautan. Batara Guru pun ingin membuat pulau Jawa tetap tinggal di tempatnya dengan memberikan perintah kepada dewa-dewa untuk memotong puncak gunung Mahameru yang berada di India dan segera membawanya menuju ke Pulau Jawa sebagai bahan pemberat agar Pulau Jawa menetap ditempatnya.

Setelah para dewa itu berusaha dengan keras akhirnya puncak Mahameru berhasil dipotong dan setelah itu dibawa ke pulau Jawa kemudian diletakkan di Jawa bagian barat. Karena diletakkan disebelah barat Pulau Jawa, kejadian tidak terduga pun terjadi. Puncak Mahameru mengakibatkan pulau Jawa menjadi miring ke arah barat. Karena kejadian tersebut kemudian letaknya dipindahkan ke arah timur yakni di tempat yang kini kita ketahui sebagai gunung Semeru.

Tapi ternyata gunung sebagai pemberat pulau Jawa ini bukan sebuah solusi agar pulau Jawa menetap. Tetap saja pulau Jawa bergoyang-goyang. Kejadian ini disebabkan pada saat pemindahan puncak Mahameru dari barat ke timur beberapa bagian berceceran sepanjang jalan yang dilaluinya. Nah ceceran-ceceran tersebut kemudian menjadi gunung-gunung yang terkenal di Jawa. Karena kesalnya para dewa kemudian memotong puncak Semeru dan melemparkannya ke tempat lain. Potongan puncak itulah kemudian yang menjadi gunung Penanggungan.

Gunung Penanggugan ini memiliki ketinggian 1.653 meter dan merupakan bagian dari rangkaian pegunungan bersama Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Tepatnya, gunung penanggungan ini berada di antara Kabupaten Mojokerto (barat) dan Kabupaten Pasuruan (timur). Jaraknya sekitar 50 kilometer dari Surabaya, Jawa Timur. Gunung ini juga terkenal sebagai salah satu dari sembilan gunung suci di Jawa.

Gunung Penanggungan menyimpan banyak sekali misteri didalamnya. Beberapa tahun lalu ditemukan jalur kuno yang mengitari Gunung Penanggungan hingga ke puncak, lebarnya sekitar 3 meter. Konon jalur kuno ini biasa dilalui oleh kereta kuda untuk membawa raja-raja ke Puncak Gunung Penanggungan. Gunung Penanggungan juga dikelilingi oleh banyak candi, bila kita melewati jalur pendakian via Jolotundo kita akan melewati beberapa candi di lereng gunung. Oh ya Jolotundo ini juga mempunyai sumber air yang katanya merupakan salah satu yang tersegar di Dunia.

Umumnya pendakian Gunung Penanggungan dimulai dari desa Tamiajeng, letak pos perijinan berada tepat diatas Ubaya Training Camp. Untuk mendaki gunung penanggungan harus melakukan ijin pendakian dengan membayar 10rb rupiah. Perjalanan dari perijinan ke puncak bayangan atau biasa saya sebut pelataran hanya memakan waktu sekitar 2 jam. Ada 4 pos yang akan kita lalui, di pos 2 berupa warung yang menjual makanan dan minuman.

Dari puncak bayangan ke puncak gunung penanggungan membutuhkan waktu sekitar 1 jam berjalan santai. Banyak spot foto menarik disini….. Di puncak pawitra pemandangan Gunung Arjuno dan Welirang bisa dilihat begitu gagah menjadi background berfoto. Perjalanan turun dari puncak akan sedikit susah karena medan yang curam hingga kita harus berhati-hati.

Demikian cerita saya, semoga perjalanan kalian menyenangkan….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: